Terkait musim hujan, sebelumnya saya telah menulis mengenai cara pilih ban yang tepat dengan melihat kondisi fisiknya.

Di antara yang harus kamu perhatikan adalah alur dan profil ban, serta bahan kompon ban.

Satu lagi yang tak kalah penting adalah kode di dinding ban karena banyak informasi penting dicatat di situ yang berguna untuk penggantian kembali atau bila ada masalah.

Oleh sebab itu, pelajari dulu kode di dinding ban supaya kamu paham ilmu dan bisa memperlakukan ban sebagaimana mestinya.

Ambil contoh yang tertera pada Toyota Rush TRD Sportivo terbaru yakni 215/60 R17 96H.

Angka 215 berarti lebar telapak ban dalam mm yang menempel ke permukaan jalan, dihitung dari ujung kedua sisi.

Sementara angka 60 berarti ketinggian dinding ban, biasanya ada yang 45, 55, 60, 70, bahkan 80 untuk ban mobil komersil.

Angka 60 merupakan persentase dari lebar telapak ban, jadi 60% x 215 menghasilkan ketinggian dinding ban sekitar 129 mm.

Adapun R17 menunjukkan diameter lingkar roda alias pelek.

Artinya, Toyota Rush TRD Sportivo pakai pelek ukuran 17 inci, berbeda dengan tipe G yang hanya 16 inci.

Kode 96H ada 2 arti, angka 96 sebagai indeks berat maksimal (load index) yang dapat dipikul oleh ban.

Dari literatur didapatkan angka 96 berarti bobot maksimal yang dapat dipikul oleh tiap roda adalah 710 kg.

Dikali 4 ban, maka load index total ban tersebut adalah 2.840 kg.

Dikurangi bobot kendaraan, kamu akan mendapatkan beban penumpang dan barang maksimal yang bisa diangkut.

Sedangkan huruf H menunjukkan batas kecepatan maksimal (speed rating) kendaraan yang diijinkan untuk dipacu yakni 210 km/jam.

Secara spesifikasi mobil kamu bisa dipacu melebihinya, tapi atas nama safety jangan paksakan itu terjadi.

Made in (Indonesia) dan SNI (Indonesia) adalah kode negara pembuat dan ban sudah melewati batas standardisasi yang ditetapkan di negara Indonesia.

Sedangkan logo segitiga atau TWI (Tread Wear Indication) adalah batas pemakaian ban.

Biasanya jika diteruskan dengan menarik garis ke arah tapak ban, maka akan ada tanda lainnya, berupa bar yang menghubungkan antar kembang ban.

Ketika sudah saling berhubungan, berarti ban sudah tergolong botak dan harus cepat diganti.

Ada pula Production Date atau kode produksi yang dicetak dalam bentuk lonjong atau elips terdiri dari 4 angka.

Nah, 2 angka terakhir menunjukkan tahun produksi ban dan 2 angka di awal menunjukkan minggu ke berapa di tahun tersebut ban dibuat.

Contoh adalah angka 2018. Artinya, ban tersebut dibuat di minggu ke-20 tahun 2018. Ini untuk memudahkan mengetahui kapan ban dibuat dan menelurusi bila ada masalah.

Terakhir adalah kompon ban, yakni SS (super soft), S (soft), M (medium), MH (medium hard), dan H (hard).

Ban dengan kompon S lebih mencengkeram ke aspal, tetapi lebih cepat aus.

Penting! Baca Kode di Dinding Ban Dulu Supaya Kamu Enggak Salah Pilih Ban Baru

Navigasi pos


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Call Now
Directions